Tilawah · 18:1–10
Sepuluh ayat awal Al-Kahf
Atur tampilan bacaan
Sebelum membaca
Bacaan tilawah, bukan satu lafaz doa. Keterangan pengamalan dibedakan dari arti ayat. Muslim 809a mengaitkan hafalan sepuluh ayat awal Al-Kahf dengan perlindungan dari Dajjal. Petikan doa pada ayat 10 tersedia tersendiri pada pencarian doa.
Al-Qur’an · 18:1–10
Arti
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (1) Segala puji bagi Allah yang menurunkan Kitab kepada hamba-Nya dan tidak menjadikannya menyimpang. (2) Kitab yang lurus, untuk memperingatkan akan azab keras dari-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang beriman yang beramal saleh bahwa mereka mendapat balasan yang baik. (3) Mereka menetap di dalamnya selama-lamanya. (4) Juga untuk memperingatkan orang yang berkata, ‘Allah mengambil seorang anak.’ (5) Mereka dan nenek moyang mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Alangkah besar perkataan yang keluar dari mulut mereka; yang mereka katakan hanyalah dusta. (6) Barangkali engkau akan membinasakan dirimu karena sedih mengikuti jejak mereka, jika mereka tidak beriman kepada perkataan ini. (7) Kami menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasannya untuk menguji siapa di antara mereka yang terbaik amalnya. (8) Kami pasti menjadikan segala yang ada di atasnya tanah yang tandus. (9) Apakah engkau mengira para penghuni gua dan Ar-Raqim merupakan tanda Kami yang menakjubkan? (10) Ketika para pemuda berlindung ke dalam gua, mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah rahmat dari sisi-Mu dan siapkanlah bagi kami petunjuk yang benar dalam urusan kami.’
Sumber & telaah
Sahih Muslim · 809a
Sahih; entri tilawah perlu dikurasi
Entri berisi tilawah, bukan satu lafaz doa. Dalil pengamalan ditempatkan di konteks, bukan dicampur ke dalam arti ayat. Muslim 809a mengaitkan hafalan sepuluh ayat awal Al-Kahf dengan perlindungan dari Dajjal. Petikan doa pada ayat 10 telah tersedia sebagai quran-dua-18-10.
Buka rujukan sumber ↗Teks Arab: Tanzil 1.1. Ditelaah dengan bantuan AI. Bukan fatwa atau klaim bahwa setiap penilaian hadis disepakati semua ulama.